Sistem Sainte-Laguë membuat kursi terakhir sering diperebutkan dengan margin sangat kecil.
Banyak yang mengira memenangkan kursi legislatif butuh lonjakan suara besar. Kenyataannya tidak selalu begitu.
Sistem Sainte-Laguë membagi suara partai dengan bilangan ganjil 1, 3, 5, 7, dan seterusnya. Kursi diberikan kepada kuosien tertinggi secara berurutan. Akibatnya, kursi terakhir kerap ditentukan oleh selisih yang sangat tipis — kadang hanya beberapa ribu suara di dapil berpenduduk jutaan.
Artinya, setiap suara yang tidak digarap adalah peluang yang dilepaskan. Dan setiap suara yang berhasil dijaga bisa jadi penentu.
Ini bukan alasan untuk optimistis buta. Ini alasan untuk bekerja rapi: memetakan wilayah, menjaga basis, dan menggarap kolam suara yang masih terbuka.
